Rabu, 23 Oktober 2019

Naskah Kuno: Bukti Peninggalan Sejarah

Selasa, 22 oktober 2019
NASKAH KUNO: Bukti Peninggalan Sejarah



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, saya Putri Inayah (E1C017070) Prodi PBSI, FKIP, UNRAM. pada kesempatan ini saya menulis terkait naskah kuno yang ada di Lombok, NTB. Mendengar kata Lombok pasti banyak yang tahu ya kan? Baikalah saya akan memaparkan sedikit terkait daerah ini. Lombok merupakan sebuah daerah yang sangat terkenal di mata dunia karena keanekaragaman budaya, kesenian, makanan, bahasa, tempat wisata dan lain sebagainya. Sehingga tidak jarang kita melihat turis yang datang di Lombok untuk menikmati keindahannya, sebagai bukti bahwa banyak sekali warga asing yang minat datang di daerah Lombok, Nusa tenggara Barat. Namun karena perkembangan jaman yang kian hari berbagai keanekaragaman yang ada di daerah ini kian terkikis kebudayaan aslinya, dari cara berpakaian, berbahasa, beradab dan lain sebagainya sangat tampak sekali terlihat apalagi di kalangan remaja saat ini yang kiblatnya ke Barat. Bahkan sejarah ataupun peninggalan asli kaum leluhur di Lombok masih banyak yang belum mengetahui, seperti salah satunya naskah kuno. Naskah Kuno yaitu salah satu peninggalan sejarah tetuang dalam tulisan yang mengisahkan berbagai jenis kisah bahkan mengajarkan tauhid. Naskah kuno biasanya menggunakan bahasa Jawa kuno, bahasa Arab Melayu dan bahasa Sansekerta.
Nah, di Desa Bangket Pacak yang berbatasan dengan desa Maron, kecamatan Pujut, kabupaten Lombok Tengah ini, kami menemui salah satu narasumber. Dalam perjalanan kami sempat kesasar karena untuk menggunakan Google Maps tidak bisa diakses pada daerah ini, sehingga setiap sudut jalan kami menanyakan alamat beliau dan jumlahnya sekiatran lebih dari 6 orang. Oleh karenanya kami memegang  salah satu pepatah yang menyatakan ‘malu bertanya sesat di jalan’, tapi Alhamdulillah kami dapat sampai di tempat tujuan dengan selamat. Kami memulia perjalanan dari kos sekitar  pukul 10.15 wita dan sampai di tempat tujuan tepat pada pukul 11.38 wita.
Adapun Bapak Mujahidin Nafis ini sebagai narasumber kami kali ini merupakan salah satu  pemiliki juga penerus naskah kuno lebih dari 5 naskah. Bapak juga merupakan salah seorang pecinta seni yang kesehariannya membuat sarung keris di samping beliau menjadi seorang pengajar di salah satu sekolah dekat tempat tinggalnya. Beliau juga merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Mataram dengan jurusan Bahasa dan Seni. Bapak dari beliau sendiri juga merupakan salah seorang penyimpan naskah kuno serta ketua paguyuban di daerahnya, yaitu bapak Parna Mustawa (63 tahun) sehingga menurunkan kegemarannya ke anaknya. Ketika dijelaskan terkait  Naskah Kuno ini, pertama kali masuk di Lombok pada awal masuknya Islam di wilayah Nusantara sekitaran tahun 1400 M. Adapun pembawa naskah kuno pertama di Lombok yaitu oleh Aji Duta Semu yang merupakan utusan dari Rasulullah pada masa itu. ‘’Yang membawa pertama kali naskah kuo ini Aji Duta Semu, dia ini utusan dari Rasulullah untuk Menyebarkan Islam ke Nusantara, dan itu sekitaran tahun 1400 M”, terang pak  Pama Mustawa.


Bapak Parna Mustawa & Mujahidin Nafis (Baju Dinas)

Setelah itu kami diperlihatkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan/penyalinan ulang naskah kuno tersebut. Daun lontar yang belum ditulis itu disebut dengan Tapesan, sedangkan yang udah di tulis disebut dengan Takepan. Adapun alat yang digunakan dalam penulisan naskah kuno ini yaitu dengan menggunakan ujung pisau yang sudah diasah supaya memudahkan proses penulisannya dan bahannya itu daun lontar yang sengaja dipesan di suatu tempat yang itu memang khusus dibuat namun yang membuat tidak bisa menulisnya. Dalam proses penulisan takepan harus dengan posisi hati yang tenang karena harus menuangkan makna dan atri yang tersuarat dan tersirat. Sehingga orang yang menulis takepan dengan menuangkan makan yang tersurat dan tersirat memilik hati yang halus. Dan bapak mengakui bahwa menulis hal semacam ini sangat sulit Karena harus menuangkan makna dan arti yang tersurat dan tersirat. ‘’Oleh karena itu sebabnya kita harus menggali takepan ini’’ pangkas pak mamiq. Maka dari itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mulai menulis takepan (petuah lontar/takepan) yaitu; paceh (setiap apa yag kita lihat kita baca), pecah (setiap apa yang kita baca maka harus dipecahkan, baik maupun buruk), pacak (hikmahnya), dan pacu. Jadi petuah lontar ini ada dalam semua lonta yang diharuskan untuk dimplementasikan dalam kehidupan. Dan untuk menjaga supaya naskah kuno ini Pak mamiq mencoba menyalin ulang isi dari takepan ini dengan waktu lebih dari satu bulan. Itulah yang dilakukan beliau disela aktivitasnya yang lain.

                 
Gambar: Takepan 


 Gambar: Tapesan & pisau ukir

Pak Mujahidin Nafis  juga menjelaskan bahwa ada beberapa tembang yang berkembang di daerah Lombok yaitu Tembang dangdang, Tembang sinom (nasehat), Tembang pangkur (wejangan/pembicaraan tua), Tembang durma (mengisahkan peperangan), Tembang kasmarandane (kisah romantik) dan Maskumambang (kisah suka duka). Salah satu tembang yang di bacakan oleh beliau adalah tembang sinom, yaitu dengan judul ‘Hikayat Nur (Hikayat Nabi)’. Untuk umur dari hikayat ini tidak diketahui dan penulisnya pun juga tidak ditulis, ‘’untuk umur dari hikayat ini kita tidak tahu dan penulisnya juga kita tidak ditulis karena konon katanya penulisnya adalah para wali karena mereka tidak mau dikenal. Tidak seperti orang-orang jaman sekarang, hasil jiplaknya saja dia menulis namanya’’, tegas pak mamik. Hikayat Nur ini menceritakan tentang kisah Nabi SAW yang dicukur (perjalanan isra’ mi’raj). Dikatakan bahwa pada proses pencukuran nabi. Adapun jumlah rambut nabi sebanyak jumlah ayat dalam Al-Quran. Namun ada sehelai rambut Nabi SAW yang hilang kemudian rambut ini disambar oleh para bidadari yang digunsksn sebagai jimat oleh mereka ini. Dan hikayat ini berisi cerita dan menurut kepercayaan orang-orang setempat isi hikayat ini bisa dijadikan sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, melancarkan proses sakaratul maut, atau mengobati padi yang tidak subur kemudian ada tata cara/tradisinya tersendiri sebagaimana dari sejarah ceritanya tadi. Oleh karena itu Bapak sering dijulukkan sebagai malaikat oleh sebagian besar masyarakat karena ketika beliau mengobati warga yang meminta pertolongannya diberikan kelancaran misalnya ketika mendoakan orang yang susah sakaratul mautnya maka selang setelahnya itu langsung bisa/lancar proses sakaratul mautnya, namun bapak mempertegas bahwa hal ini tergantung niat kepada Allah SWT. Di bacakan juga tembang Dang-dang Gula, beliau menjelskan bahwa tembang  Dang-dang Gula terdiri dari 12 baris, isinya terkait do’a yang mampu menjaga  kita dari siang-malam supaya kita dijauhkan dari segala malapetaka/keburukan  yang datang dari makhluk goib. Tapi jangan lupa ruruskan niatnya  hanya untuk sang pencipta ya! Bukan kita berdoa karena takut pada makhluk goib. Kemudian juga dicertakan kisah romantik antara Rengganis dan Repatmaji. Kedua tokoh ini merupakan tokoh panutan bagi para wanita dan laki-laki, karena memiliki sifat dan perilaku yang sangat baik. Rengganis memiliki sifat kemayu dengan paras yang menawan dan memiliki kemampuan yg luar biasa begitupun dengan Repatmaji memiliki sifat dan perilaku yang jarang di miliki laki-laki biasa. Kemudian bapak juga membacakan dan menjelaskan sekilas tentang berbagai macam tembang yang di sebutkan sebelumny. Jikalau pembaca masih penasaran dengan isi dari Naskah-naskah kuno ini, yuk kita sama-sama mencari tahu hal itu dan mempelajarinya.
Nah! Itu mungkin sekilas informasi yang bisa saya bagikan kepada para pembaca semuanya. Semoga bermanfaat, ambil positifnya dan buang negatifnya  dari apa yang saya tulis. Jangan lupa berikan masukan  di kolom komentarnya ya! Karena masukan dari kalian sangat  mempengaruhi kemajuan tulisan saya berikutnya. Wassalmualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Terima kasih.

25 komentar:

  1. MasyaAllah, bagus bangett takepannya

    BalasHapus
  2. Wah bagus bangetni tulisannya, bermanfaat sekali untuk kita agar bisa lebih mencintai dan melestarikan budaya daerah. Terus semangat ya, ditunggu tulisan selanjtnya...

    BalasHapus
  3. Sangat Bermanfaat Bagi Anak Muda. Semangat terus dalam Menulis

    BalasHapus
  4. Wow luar biasa ... Keren nay .. Di tunggu tulisan selanjutnya hehe

    BalasHapus
  5. Terimakasih atas ilmunya ๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
  6. salah satu bukti kekayaan nusantara ๐Ÿ‘

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah ada pengetahuan baru. Terinakasih

    BalasHapus